| | | | | | | |
Kamis, 02 Oktober 2014  
DariRiau.com / Hukrim / Kades Mundur, Setelah Ngaku Hamili Istri Orang

Kades Mundur, Setelah Ngaku Hamili Istri Orang


Senin, 21/10/2013 - 18:12:00 WIB
DARIRIAU.com - Kepala Desa Senggoro Kecamatan Bengkalis, ZN (50) akhirnya mundur dari jabatannya setelah ketahuan berselingkuh dengan istri orang. Di hadapan sejumlah tokoh masyarakat dan Tim Pencari Fakta kasus tersebut, ZN mengakui segala perbuatannya.

Kasus dugaan perselingkuhan yang dilakukan ZN mulai santer terdengar sejak hari raya Idul Adha lalu. Sejumlah warga yang gerah melihat tingkah laku sang pimpinan desa, mengadukannya kepada ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat, Mustafa Kamal.

Tidak ingin gegabah mengambil keputusan, kendati sudah lama mencium isu perselingkuhan tersebut, BPD akhirnya membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) yang berjumlah 11 orang, beranggotakan tokoh masyarakat serta sejumlah perangkat desa.

Tim dibagi menjadi tiga kelompok, kelompok pertama khusus mencari dan mengorek informasi dari kepala desa. Tidak dinyana, saat disambangi ke kediamannya oleh beberapa tokoh masyarakat, ZN mengakui perbuatannya.

"Beberapa tokoh masyarakat mempertanyakan isu yang sudah berhembus begitu kencang di tengah masyarakat. Tak disangka, beliau mengakui hal itu. Dan saat pertemuan itu juga ZN secara lisan telah mengundurkan diri dari jabatan kepala desa," ujar Ketua BPD Mustafa Kamal.

Diceritakan Mustafa Kamal, kasus dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh ZN sebetulnya sudah pernah terjadi, juga masih dengan perempuan yang sama. Dugaan perselingkuhan tersebut terjadi sekitar 8 bulan lalu, atau saat desa Senggoro menggelar MTQ tingkat desa.

Saat itu kata Mustafa, ZN pernah meminta maaf di hadapan sejumlah tokoh masyarakat dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. "Selama ini saya sering coba mengorek keterangan dari dia, tapi dia tidak pernah terbuka kepada saya," cerita Mustafa.

Lalu siapa perempuan yang diduga teman selingkuhan sang Kades? Kata Mustafa perempuan tersebut masih warga Senggoro dan tempat tinggalnya tidak jauh dari rumah ibunya. Perempuan tersebut sudah mempunyai empat orang anak dan suaminya merantau ke Malaysia sejak 8 bulan lalu.

Ditanya sejauh mana hubungan terlarang insan beda jenis ini, kata Mustafa dirinya kurang begitu tahu. Hanya memang kabar yang berkembang, perempuan tersebut dikabarkan telah hamil 6 bulan. "Tapi kita belum mendapat penjelasan langsung dari perempuan itu, karena saat ini dia tidak berada di rumah, TPF juga belum memperoleh keterangan dari dia. Jadi tentang isu dia hamil 6 bulan, belum bisa kita pastikan," papar Mustafa lagi.

Hanya memang kata Mustafa, jika memang perempuan tersebut hamil dan masih dalam status istri orang maka kasusnya akan semakin rumit. Terlepas dari persoalan tersebut dan oleh karena ZN telah mengundurkan diri secara lisan, BPD telah merekomendasikan agar dilantik Plt kepala desa Senggoro.

"Tapi kita berharap pelantikan Plt ini agak dipending dulu, karena banyak hak yang harus dituntaskan oleh kepala desa. Seperti Spj ADD tahap dua, persoalan dana Inbup dan lainnya. Kita tidak mau pengunduran dirinya dari Kades akan memperlambat proses pembangunan di desa ini. Makanya kita berharap, sampai segala urusan ini selesai baru
dilantik Plt," ungkap Mustafa. (fr)
 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved