| | | | | | |
Kamis, 15 November 2018  
DariRiau.com / Otonomi / KPID Riau Bentuk Kelompok KCSI di Daerah Perbatasan

KPID Riau Bentuk Kelompok KCSI di Daerah Perbatasan


Jumat, 19/10/2018 - 10:50:54 WIB

DARIRIAU.com - Menjaga kedaulatan bangsa Indonesia di daerah perbatasan, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Riau menggagas pembentukan Kelompok Cinta Siaran Indonesia (KCSI) di Kota Dumai.

Pembentukan KCSI ini melibatkan perwakilan sejumlah organisasi seperti KCSI PWI Kota Dumai, KCSI IJTI Kota Dumai, KCSI FKPPI Kota Dumai, KCSI Pondok Pesantren, dan KCSI Tokoh Masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Pendopo, Jalan Putri Tujuh Kecamatan Dumai Timur, Kamis (18/10/18) ini dibuka secara resmi oleh Asisten II Sekretariat Pemko Dumai, Syahrinaldi.

Asisten II Pemko Dumai Syahrinaldi mengaku banyaknya siaran televisi yang kurang sesuai dengan pribadi dan gaya hidup bangsa Indonesia saat ini. Untuk itu ia mengajak masyarakat untuk lebih selektif memilih siaran TV yang sesuai nilai-nilai positif dan budaya yang ada di masyarakat saat ini tidak hilang.

"Saya meminta masyarakat dapat menyaring mana tayangan yang baik dan mana yang perlu diwaspadai, agar nilai positif saat ini tidak hilang. Sehingga kita bisa menikmati siaran yang berkualitas," ujarnya.

Menurutnya, banyak tayangan TV yang disiarkan oleh Televisi swasta di Indonesia tidak sesuai dengan budaya dan nilai-nilai yang ada di masyarakat, seperti sinetron yang banyak mempertontonkan gaya hidup hedonis.

"Gaya hidup hedonis seperti di Kota besar itu jelas tidak sesuai dengan kehidupan masyarakat Indonesia secara luas khususnya yang berada di perbatasan," ucap Syahrinaldi.

Dia berharap KPI dapat mengawal penayangan siaran yang sesuai dengan kondisi dan kepribadian bangsa, terutama di wilayah perbatasan. Syahrinaldi meminta KPI Riau untuk mendorong hadirnya TVRI dan TV Nasional lainnya di Kota Dumai. 

"Karena seperti yang terjadi saat ini masyarakat lebih familiar dengan tayangan TV dari negara tetangga Malaysia dan Singapura. Sebab jaringan TV Nasional belum dapat ditangkap," paparnya.

Menurutnya, masyarakat wajib cinta siaran Indonesia, namun bagi masyarakat Kota Dumai yang tidak dapat menangkap siaran TV Nasional lebih cenderung menonton siaran Malaysia dan Singapura.

Sementara itu, Komisioner KPI Riau, Widde Munadir Rosa dalam sambutanya menjelaskan KPID sebagai lembaga penyambung lidah masyarakat yang bertugas untuk menjaga karakter dan jati diri bangsa.

Dalam menyikapi siaran TV swasta saat ini menurut Widde, ada dua sisi mata uang yang berbeda pertama sisi bisnis dan kedua memperkokoh persatuan serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk itu KPID akan komit menjadi kontrol sosial mengawal tayangan tayangan yang layak disajikan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi Keluarga Cinta Tayangan Indonesia ini dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam memilih tayangan yang ideal dan baik konsumsi keluarga.

"Kami harap dengan keberadaan KPID penguatan siaran Indnesia di wilayah perbatasan semakin terasa dan mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap siaran Indonesia," pungkas Widde.



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)