| | | | | | |
Rabu, 16 Oktober 2019  
DariRiau.com / Olahraga / Polisi Investigasi Absennya Ronaldo Lawan K-League All Star

Polisi Investigasi Absennya Ronaldo Lawan K-League All Star


Sabtu, 03/08/2019 - 10:18:03 WIB

DARIRIAU.COM - Absennya megabintang Cristiano Ronaldo melawan K-League All Star berbuntut panjang. Kini, kepolisian Korea Selatan akan menginvestigasi absennya Ronaldo dalam laga pramusim Juventus vs K-League All Star di Stadion Olimpiade Seoul, Jumat (26/7).

Polisi Metropolitan Seoul sedang menyelidiki adanya dugaan melanggar hukum setelah Cristiano Ronaldo tak bermain melawan K-League All Star. Absennya pemain berjuluk CR7 itu mengecewakan suporter.

Oh Seok-hyun, seorang pengacara di L.K.B & Partners, mengajukan laporan kepada kepada polisi soal penipuan yang dilakukan Ronaldo dan timnya Juventus serta TheFasta, agen yang mengatur pertandingan.

Ribuan suporter Korea Selatan yang sudah membeli tiket kecewa karena gagal menyaksikan Ronaldo berlaga di Stadion Olimpiade. Mereka menuntut TheFasta memberikan kompensasi. Sekitar 2.000 orang bergabung dalam gugatan tersebut.

"Jika kami tidak dapat menemukan bukti penipuan yang disengaja, kasus penipuan ini tidak dapat dibuat, dan polisi tidak bisa campur tangan karena itu akan menjadi kasus perdata," ujar seorang perwira polisi dikutip dari Chosun.

Sekalipun ada dugaan penipuan yang disengaja, namun kecil kemungkinan Ronaldo akan dimintai keterangan. Tetapi secara teori, polisi dapat beralih ke Interpol atau meminta pemerintah asing untuk mengekstradisi mantan pemain Manchester United itu.

Meski demikian, langkah menggunakan Interpol terlihat tidak proporsional, karena Interpol hanya terlibat dalam kejahatan yang membawa hukuman lebih dari setahun di penjara.

Dalam masalah ini Liga sepak bola Korea Selatan atau K-League mengklaim Juventus meremehkan negara Korea Selatan. Pasalnya, Bianconeri enggan meminta maaf soal absennya Ronaldo.

"K League dengan jelas menuliskan kemarahan dan kekecewaan kami yang mendalam kepada Juventus yang tidak bertanggung jawab, dan kami sangat mendesak Juventus untuk permintaan maaf yang tulus dan menjelaskan alasan ketidakhadiran Ronaldo," tulis K-League dikutip dari Guardian.

"Namun, balasan Juventus tidak menawarkan permintaan maaf apa pun juga tidak menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi hari itu," K-League menambahkan.

Selain itu K-League juga menilai Juventus berbohong. Menurut K-League, tim asuhan Maurizio Sarri mengaku butuh 1 jam 50 menit untuk keluar dari bandara. Tapi bagi K-League waktu yang dibutuhkan hanya 26 menit termasuk melewati imigrasi.

"Sangat jelas mengatakan bahwa klub tersebut meremehkan Korea Selatan dan mengabaikan situasi saat ini [yang] berasal dari sikap dan perilaku Juventus yang tidak bertanggung jawab, termasuk ketidakhadiran Ronaldo," tutur K-League. (cnnindonesia)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)